BeritaNasional

Kabut Asap Kian Memburuk, Pekanbaru Siaga Asap

moslemjourney.com – Bencana kabut asap yang disebakan kebakaran hutan dan lahan makin parah dan pekat menyelimuti Pekanbaru, Riau, Jumat (131/9). Akibat dari bencana kabut asep ini membuat jarak pandang makin menurun. Selain itu, bencan kabut asap sudah mulai membahayakan bagi kesehatan masyarakat Pekanbaru.

Menurut pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, pada pukul 07:00 WIB jarak pandang di Pekanbaru hanya memiliki jarak pandang sejauh 300 meter. Dilansir dari Kompas.com, prakiraan BMKG Stasiun Pekanbaru Bibin Sulianto mengatakan bahwa titk pasan di Riau terdeteksi 239 yang tersebar di sembilan titik di kabupaten dan kota Riau.

“Pantauan kita jam 07.00 WIB, Pekanbaru jarak pandang 300 meter, Kabupaten Indragiri Hulu 300 meter, Dumai 400 meter dan Pelalawan 200 meter,” kata Bibin dalam keterangan tertulis yang diterima dari Kompas.com, Jumat (13/9).

Baca juga: Alasan dan Keunggulan Kalimantan Timur, Ibu Kota Negara Baru Indonesia

BMKG juga telah memberikan peringatan dini,  untuk mewaspadai bencana kabut asap yang telah menimbulkan polusi udara dan kabut asap di Pekanbaru yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan. Sedangkan, menurut data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Pekanbaru, kualitas udara Pekanbaru sudah berada di level tidak sehat hingga berbahaya, dengan angka di atas 300.

Dampak Berbahaya Kabut Asap Untuk Kesehatan

Meskipun api penyebab pekatnya kabut asap di Pekanbaru telah padam, namun kabut asap masih menimbulkan dampak yang buruk untuk kesehatan. Kabut asap yang disebakan kebakaran hutan memiliki bahaya yang jauh lebih besar karena mengandung berbagai zat kimia didalamnya. Sebagian besar zat kimia tersebut berasal dari pepohonan, bangunanm kendaraan, fasilitas industri dan pemukiman di sekitar hutan.

 



 

Zat kimia tersebut biasanya digunakan dalam bentuk pestisida, cat, bahan bakar, hingga pelapis bangunan. Selain itu, asap dari kebakaran hutan mengandung banyak partikel abu dari material yang terbakar. Jika terhirup, partikel asap kebakaraan tersebut akan masuj ke paru sehingga mengakibatkan gangguan pernafasan. (IF)

Baca juga: Hilangkan Penat Kehidupan Jakarta Dengan Meminum Kopi di Tengah Hutan Kota



0

Comment here