ArtikelBeritaJournalNasionalTahukah KamuTransportasi

Jalan Tol, Dulu Dianggap Kuno Kini Pembangunannya Melesat

Moslemjourney.com – Keberadaan jalan tol menjadi sebuah solusi untuk menghindari kemacetan. Jalan tol juga menjadi pilihan pengendara untuk mempersingkat waktu tempuh perjalanan. Masyarakat pun sering mengartikan jalan tol sebagai jalur bebas hambatan. Tapi, tahukah Sobat Mojou apa kepanjangan dari Tol? Ternyata Tol merupakan singkatan dari Tax On Location.

Dalam bahasa Inggris, Tol atau Toll berarti biaya. Itu berarti, pengendara mobil yang akan menggunakan jalan tol dikenakan biaya saat melewati atau menggunakannya. Pengendara juga diwajibkan untuk membayar tarif masuk tol sesuai dengan tarif yang telah ditentukan.

Berbicara mengenai jalan tol, apakah Sobat Mojou tahu asal-usul terbentuknya jalan tol? Jika belum mari kita bahas.

Orang yang pertama kali menggagas adanya jalan tol adalah Walikota Jakarta bernama Sudiro yang menjabat pada tahun 1953-1960. Usul untuk membangun jalan tol sebenarnya dilatar belakangi oleh terbatasnya subsidi dari pemertintah pusat sedangkan pengeluaran Pemerintah Daerah Kota Praja Jakarta Raya terus meningkat.

Atas permasalahan dana tersebut, pemerintah pun mengusulkan membangun jalan tol sebagai cara untuk mendapatkan dana tambahan untuk pembangunan. Selain tol, Sudiro juga sempat mengusulkan retribusi sebesar satu sen dari harga normal bensin. Namun, usul tersebut ditolak oleh menteri perekonomian.

Kemudian pada tahun 1955 Sudiro bersama Badan Pemerintah Harian Kotapraja Jakarta menyampaikan usul tersebut pada DPRDS. Munculnya usul tersebut disebabkan oleh pembangunan jalan yang saat ini dikenal dengan Jalan Sudirman – MH Thamrin, butuh anggaran yang besar.

Dalam usulannya, di ujung jalan MH Thamrin nantinya akan didirikan tempat untuk pemungutan tarif tol bagi tiap kendaraan bermotor yang lewat. Akan tetapi, usul tersebut ditentang keras oleh DPRDS. Alasannya, DPRDS menganggap keberadaan tol akan menghambat laju lalu lintas.

Alasan lainnya, tol dianggap sebagai pajak kuno. Sebab, penerapan pungutan uang untuk jalan sudah dilakukan pada zaman Kolonial Belanda. Dahulu, pemerintah kolonial menyewakan gerbang pemungutan tarif tol pada kalangan Tionghoa.

Namun pada akhirnya, 18 tahun kemudian jalan tol yang dianggap kuno tersebut mulai dibangun. Pembangunan tol pertama di Indonesia terjadi pada 1973 yaitu jalan tol Jakarta – Bogor – Ciawi (Jagorawi). Tol sepanjang 46 km itu mulai beroperasi pada 9 Maret 1978.

Kini, keberadaan jalan tol yang sempat dianggap kuno sangat memudahkan masyarakat untuk mempercepat waktu tempuh. Sayangnya, di beberapa ruas tol penamaan jalur bebas hambatan tersebut tidak sesuai namanya. Jalan yang seharusnya bebas hambatan tersebut, malah sering dijumpai mengalami kemacetan panjang.

Comment here