BeritaNasional

Jabar Membagi Wilayahnya Berdasarkan Level Kewaspadaan, Guna Mencegah Peneybaran Virus Corona

level kewaspadaan

Moslem Journey – Pada Rabu (20/5) lalu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan pembagian level kewaspadaan daerah Jawa Barat yang selama penyebaran virus corona.

Pembagian level kewaspadaan tersebut berdasarkan data dan rekomnedasi kasus penyebaran virus corona di Jawa Barat. Setiap kabupaten dan kota diberi hak dan kuasa untuk mengatur Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sesuai dengan kondisi daerahnya masing-masing.

Ada delapan aspek yang menjadi perhatian dan perhitungan Ridwan Kamil untuk membagi level tingkat kewaspadaan per daerah sampai tingkat kelurahan atau desa di Jawa Barat.

Delapan aspek tersebut, yakni pergerakan kasus yang diterima per daerah dan per kelurahan seperti orang dalam pengawasan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), kesembuhan, kematian, reproduksi Covid-19, transmisi (kontak indeks), pergerakan, dan risiko geografis.

Dari kedelapan aspek tersebut akan dihitung berdasarkan total skor dan dikategorikan kedalam lima level kewaspadaan. Apabila mendapatkan skor 8-15, termasuk kategori level 5 (kritis) dengan status warna hitam.

Lalu, skor 12-14 maka berada di kategori level 4 (kewaspadaan) yang berstatus warna merah. Kemudian, apabila mendapatkan skor 15-17 termasuk kategori level 3 (cukup berat) berstatus warna kuning.

Selanjutnya, jika mendapatkan skor 18-20 maka termasuk kategori level 2 berstatus warna biru. Dan yang terakhir kategori yang paling baik apabila mendapatkan skor 21-24, termasuk level 1 berstatus warna hijau.

Menurut Ridwan Kamil, dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat belum ada yang memiliki kategori level 1, maksimal baru ada kota dan kabupaten yang berkategori level 2.

Maka daripada itu, Ridwan Kamil mengimbau untuk melaksanakan salat Idul Fitri di rumah dan tidak dilakukan di masjid atau lapangan terbuka. Mengingat kota atau kabupaten tersebut berada di kategori level penyebaran virus corona yang aktif.

Pembagian level kewaspadaan kota dan kabupaten di Jawa Barat.
Level 4 (Warna Merah)

Kota dan kabupaten yang berada di level ini ialah Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, dan Kota Cimahi. Dan Ridwan Kamil mengharapkan ketiga kota dan kabupaten ini tetap menjalankan PSBB sebagai mana yang ditetapkan pemerintah Jawa Barat.

Level 3 (Warna Kuning)

Level 3 merupakan kategori level kewaspadaan yang paling banyak dikategorikan pada kota dan kabupaten di Jawa Barat. Sehingga kegiatan boleh meningkat 60 persen dengan tetap melakukan physical distancing (jaga jarak aman) dan melaksanakan protokol kesehatan.

Daerah yang masuk Level 3 ini adalah Kabupaten Bandung, Kabupaten Bogor, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka.

Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Bandung, Kota Banjar, Kota Bogor, Kota Cirebon, Kota Depok, dan kota Tasikmalaya.

Level 2 (Warna Biru)

Kota dan kabupaten yang berada di level 2 merupakan sisa dari level-level sebelumnya, yakni Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Sumedang, dan Kota Sukabumi.

Panduan Kegiatan Berdasarkan Level Kewaspadaan

Bagi masyarakat yang berada di level 5 atau status warna hitam, Ridwan Kamil menegaskan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di luar rumah atau lockdown. Di level 4, masyarakat hanya boleh melakukan kegiatan sebanyak 30 persen.

Untuk masyarakat di level 3 diperbolehkan untuk melakukan kegiatan sebanyak 60 persen di kota atau kabupaten. Sedangkan untuk level 2 dan level 1, dipersilahkan untuk melakukan kegiatan 100 persen di kota atau kabupaten yang ditinggali.

Dengan syarat tetap tidak dalam dan membuat/mengajak masyarakat untuk berkerumun. Untuk kategori level 1, kota atau kabupaten di daerah Jawa Barat belum yang masuk ke dalam kategori tersebut.

Comment here