Daily Hadist

Imam Menghadap Makmum Selesai Shalat? Apa Ada Dalilnya?

Moslemjourney.com – Beberapa orang ternyata belum begitu paham alasan imam menghadap makmum setelah selesai melaksanakan shalat. Terkadang sang imam menghadap kearah sisi kanan imam, adapula yang langsung menghadap makmum dan ada juga yang tetap menghadap kearah kiblat.
Penting untuk mengetahui dalil dan hukum tersebut agar kita senantiasa mengikuti perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Adapun kebiasaan yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila selesai salam shalat yaitu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadapkan wajahnya yang mulia kearah makmum, dan tidak selalu menghadap kiblat, sebagaimana diriwayatkan dari Samurah bin Jundab Radhiyallahu anhu ia berkata :
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى صَلَاةً أَقْبَلَ عَلَينَا بِوَجْهِهِ
“Adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila selesai shalat Beliau menhadapkan wajahnya kepada kami”. [HR. Al-Bukhâri, no. 845]

Kemudian dalam riwayat al-Barrâ’ bin ‘Âzib Radhiyallahu anhu ia berkata :
كُنَّا إِذَا صَلَّيْنَا خَلْفَ رَسُولِ الله صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ أَحْبَبْنَا أَنْ نَكُونَ عَنْ يَمِيْنِهِ يُقْبِلُ عَلَيْنَا بِوَجْهِهِ
“Kami apabila shalat dibelakang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , kami lebih memilih di sebelah kanannya, karena Beliau (setelah shalat) menghadap kami dengan wajahnya” [HR. Muslim no. 709]

Supaya tidak terjadi kesalahpahaman, Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan dalam Fat-hul Bâri, 3/89), “(Diantara) hikmahnya adalah memberi tanda kepada orang yang baru masuk (ke masjid) bahwa shalat telah selesai, karena jika imam tetap duduk menghadap kiblat niscaya orang akan menyangka bahwa ia masih tasyahud.”

“(Hukumnya) makruh seorang imam duduk sangat lama setelah salam menghadap kearah kiblat, tetapi hendaknya dipersingkat sekedar membaca istighfâr tiga kali dan Allahumma antassalâm wa minkassalâm tabârokta ya dzal jalâli wal ikrâm, kemudian berpaling (menghadap jama’ah). [Syarhul Mumti’, 4/305-306].

Menurut riwayat yang banyak terjadi dalam kasus ini para Ulama mengatakan disunnahkan bagi imam menghadap ke makmum setelah shalat, dan boleh memilih untuk menghadap ke kanan atau ke kiri, sebagaimana terdapat dalam beberapa riwayat,diantaranya :
Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, ia berkata :
أَكْثَرُ مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ يَنْصَرِفُ عَنْ يَمِيْنِهِ
Aku sering melihat Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam memalingkan wajahnya ke kanan. [HR. Muslim, no. 708]
Kemudian dalam riwayat Ibnu Mas’ud  Radhiyallahu anhu , ia berkata :
لَقَدْ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ كَثِيْرًا يَنْصَرِفُ عَنْ يَسَارِهِ
Aku telah melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sering menghadap ke kiri. [HR. Al-Bukhâri no. 852].

Sedangkan untuk waktu kapan imam melihat kearah makmum yaitu sesaat setelah salam. Yaitu sesudah membaca dzikir setelah sholat istighfar 3x dan Allahumma antas salaam……

Itu dia pembahasan tentang hukum imam menghadap makmum, semoga bermanfaat. Jangan lupa share ke teman kalian agar mereka tidak salah dalam mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

BACA JUGA Hukum Menggunakan Sutrah Yang Mulai Luntur Oleh Umat Muslim

Comment here