Uncategorized

Dari Palembang ke Kuala Lumpur: Kisah Icha Key Membawa Songket ke Panggung MIHAS 2026

Di antara ratusan exhibitor dan buyer internasional yang memadati MIHAS 2026, ada satu nama Indonesia yang cukup mencuri perhatian di sektor modest fashion: Icha Key. Lewat brand 3G by Icha Key USA, desainer asal Palembang ini kembali membawa warisan tekstil Sumatra Selatan ke panggung pameran halal terbesar di dunia.

Icha Key, atau dikenal juga dengan nama Icha Key Umar Saleh Arif, sebenarnya bukan berlatar belakang dunia fashion. Ia sebelumnya berkarier di sektor keuangan sebelum akhirnya terjun ke dunia desain secara otodidak. Nama brand-nya sendiri punya cerita personal: “USA” bukan merujuk ke Amerika Serikat, melainkan singkatan dari namanya sendiri, sementara “3G” diambil dari nama belakang anak-anaknya, Gifari.

Ciri khas 3G by Icha Key USA ada pada perpaduan gaya modest yang glamor dengan kain tradisional songket dan jumputan Palembang — mengangkat kerajinan tekstil lokal ke dalam siluet busana muslim kontemporer. Tahun lalu, brand ini tampil di MIHAS dengan koleksi bertajuk “Sriwijaya Revival”, merujuk pada kejayaan Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Palembang. Tahun ini, Icha Key kembali membawa koleksi baru bertajuk “Sulam Mudawaroh”, yang memadukan tenun dengan kerajinan laka khas Palembang — sebuah teknik ukir dan pewarnaan kayu tradisional yang jarang diangkat ke ranah fashion.

Kiprah 3G by Icha Key USA juga bukan cuma soal panggung lokal. Brand ini sebelumnya sempat tampil di Modest Fashion Day pada ajang KazanForum, sebuah forum ekonomi Islam internasional yang digelar di Rusia — menandakan jangkauan brand asal Palembang ini sudah menembus pentas global jauh sebelum kembali hadir di MIHAS tahun ini.

Yang menambah menarik cerita ini, Icha Key kerap tampil bersama putrinya, Key Giffary, yang juga menyandang gelar Putri Anak Indonesia Pariwisata 2024. Key Giffary kerap membawakan langsung rancangan sang ibu di berbagai fashion show, menjadikan kolaborasi ibu-anak ini bagian dari daya tarik tersendiri di setiap penampilan 3G.

Kehadiran desainer seperti Icha Key di MIHAS 2026 juga menegaskan posisi modest fashion Indonesia di kancah industri halal global — bukan cuma sebagai pasar, tapi juga sebagai sumber kreativitas dan warisan budaya yang punya nilai jual internasional. Bagi Indonesia, ini jadi pengingat bahwa kekayaan tekstil daerah seperti songket dan jumputan Palembang punya ruang besar untuk terus diangkat ke panggung dunia.

Moslem Journey akan terus mengikuti perkembangan kiprah desainer Indonesia di MIHAS 2026. Ikuti terus liputan lengkapnya.

Ilham Pradipta

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Uncategorized

Malaysian Companies Invited to Register for INSP MIHAS 2026, More than 500 international buyers from 55 economies have confirmed participation

KUALA LUMPUR, 08 JULY 2026: The Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE) invites Malaysian companies to seize new global business
Uncategorized

MALAYSIA’S GLOBAL HALAL VISION TAKES CENTER STAGE AS JAKIM AND MATRADE CO-UNVEIL GHaS 2026

KUALA LUMPUR, 24 AUGUST 2026 (MONDAY) – The Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE) and the Department of Islamic Development