BeritaNasional

Skenario Menag Dalam Menghadapi Ibadah Haji Tahun 2020

Menghadapi Ibadah Haji

Moslem Journey – Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi, telah menyiapkan tiga skenario dalam menghadapi ibadah haji tahun 2020 karena sedang berada di tengah-tengah penyebaran virus corona.

Dilansir dari CNN Indonesia, Fachrul menyatakan kalau skenario ini memiliki dua kemungkinan tetap melakukan ibadah haji dengan syarat dan satu skenario membatalkan ibadah haji tahun 2020.

Skenario pertama, penyelenggaraan haji tetap dilaksanakan seperti basa apabila penyebaran virus corona sudah menurun dan Otoritas Arab Saudi menyatakan siap kembali menggelar haji.

Sementara skenario kedua, penyelenggaraan haji dapat dilaksanakan, dengan syarat pengurangan kuota calon jemaah haji hingga 50 persen untuk penerapan physical distancing.

“Kuota jemaah yang berangkat haji diperkirakan dikurangi hingga 50 persen dengan pertimbangan ruang untuk mengatur physical distancing, sehingga terpaksa melakukan seleksi mendalam pada jemaah,” kata Fahcrul dilansir dari CNN Indonesia, Sabtu (9/5).

Sedangkan skenario ketiga ialah pembatalan ibadah haji yang memungkinkan Indonesia tidak bisa mengirimkan jemaah haji tahun 2020. Situasi tersebut dapat terjadi dikarenakan dua hal.

Fachrul mengatakan, hal pertama yang membuat pembatalan haji karena pemerintah atau Kemag tidak cukup waktu untuk menyiapkan penyelenggaraan ibadah haji akibat cepatnya perubahan kebijakan yang dibuat Otoritas Arab Saudi

Dan yang kedua, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk tidak mengirimkan calon jemaah haji untuk melaksanakan ibadah haji dengan alasan keselamatan atau keamanan.

Apabila skenario pembatalan ibadah haji terjadi, pemerintah Indonesia juga telah menyiapkan beberapa skenario pengembalian biaya haji kepada calon jemaah.

Perlu diketahui, hingga kini Sabtu (9/5) pemerintah Indonesia belum menerima keputusan resmi Otoritas Arab Saudi terkait ibadah haji tahun 2020. Sehingga pemerintah Indonesia belum dapat mengambil langkah untuk menghadapi ibadah haji tahun 2020.

World Hajj and Umrah Convention (WHUC) telah melakukan survei persiapan pelaksanaan haji tahun 2020 yang melibatkan 25 negara yang mengirimkan jemaah haji, salah satunya ialah Indonesia.

Hal ini diungkapkan oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar saat membuka Rapat Evaluasi Pelaksanaan Anggaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) melalui telekonferensi.

Menurut Nizar, survey ini diselenggarakan atas kerjasama Biro Perencanaan Kementerian Haji dengan WHUC. Sehingga hasil yang didapatkan akan dilaporkan kepada Menteri Haji dan Raja Salman sebagai bahan pertimbangan.

Comment here