ArtikelPilihan

Guiding Block, Si Kuning Pemandu Jalan

Moslemjourney.com— Pernah nggak ketika sedang berjalan di atas trotoar atau sedang berada di stasiun, kamu melihat kotak kuning panjang yang membentang di sepanjang jalan? Kalau di trotoar biasanya terlihat di sepanjang jalan sementara di stasiun atau tempat umum lainnya biasanya mengarah ke peron, toilet, pintu keluar dan pintu masuk.

Kotaknya pun bukan hanya berupa warna kuning polos saja, melainkan juga memiliki tekstur yakni lingkaran dan garis. Kira – kira fungsi kotak itu untuk apa ya Sobat Mojou? Nah, ternyata kotak kuning itu mempunyai namanya sendiri lho. Namanya adalah Guiding Block atau dalam bahasa Indonesia disebut ubin pengarah. Dan ternyata memang fungsinya sebagai pengarah atau pemandu. Hanya saja tidak berlaku bagi teman – teman yang fisiknya sempurna.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 30/PRT/M/2006 Tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesbilitas Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan, Guiding Block lebih dikhususkan bagi penyandang tunanetra dengan memanfaatkan tekstur pada Guiding Block. Tekstur garis berarti tanda untuk berjalan sementara tekstur lingkaran berarti tanda berhenti ( tidak ada tanda guiding block ) dan warning ( peringatan ) karena ada persimpangan di jalan itu. 

Baca Juga : 5 Destinasi Wisata Car – Free Yang Harus Kamu Ketahui!

Guiding Block dibuat dengan warna kuning, sementara lantainya dibuat warna merah menyala. Warna kontras ini memudahkan penyandang tunanetra dengan low vision atau mereka yang masih memiliki sedikit penglihatan untuk melihat pengarah jalan Guiding Block.

Daerah – daerah yang harus dipasang Guiding Block adalah daerah di depan lalu – lintas kendaraan, di depan pintu masuk dan pintu keluar, di depan tangga, di depan pintu masuk dan pintu keluar pada area penumpang transportasi umum seperti terminal, stasiun dan lainnya, juga pada trotoar yang menghubungkan pada suatu bangunan dan jalan yang menghubungkan ke sebuah fasilitas umum terdekat.

Sayangnya, beberapa Guiding Block di Jakarta selalu saja rusak. Seperti para pedagang kaki lima di Sekolah BPK Penabur Jalan Diponegoro, Jakarta Timur yang berjual diatas trotoar. Mereka menaruh barang dagangannya disana hingga merusak Guiding Block. Padahal apa yang dilakukan para penjual kaki lima itu melanggar hak para penyandang tunanetra lho! Yuk, mulai dari sekarang jaga Guiding Block yang sering kita lewati supaya teman – teman disabilitas bisa menggunakannya! (ans)

Baca Juga : Mau Naik Transportasi Umum Singapura? Baca Ini Dulu

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Comment here