BeritaBerita UtamaInternasional

Gedung Ambruk Akibat Gempa di Filipina, 3 Tewas, 7 Hilang

Gedung di Padada, Provinsi Davao, Filipina, ambruk akibat gempa yang mengguncang kawasan tersebut, 16 Desember 2019.

Dilansir dari VOA Indonesia (16/12/2019), sebanyak dua jenazah berhasil dikeluarkan dari reruntuhan oleh Tim SAR sebuah gedung tiga lantai yang ambruk akibat gempa kuat di bagian selatan Filipina Tim SAR.

Menurut Kepala Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, dilansir dari Kompas, gempa dirasakan hingga Sulawesi. Ia menuturkan jenis gempa ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Pembangkitnya ialah Sesar Regional Cotabato yang melintasi wilayah Cotabato hingga Davao Del Sur di Mindanao.

Tim SAR masih kesulitan menemukan sedikitnya tujuh orang lainnya yang diduga terjebak di dalam timbunan reruntuhan banguna itu. Tim tersebut yang terdiri dari polisi, tentara, petugas pemadam kebakaran dan relawan ini berhasil menemukan korban tewas ketiga namun tidak bisa segera mengeluarkannya karena terjepit di antara tembok keras.

Dengan ditemukannya korban tewas ketiga, jumlah korban tewas akibat gempa 6,9 skala Rihcter di kota Padada, Provinsi Davao del Sur, hari Minggu lalu menjadi lima orang.

“Kami masih mencari tujuh orang lainnya,” kata Walikota Padada Pedro Caminero.

Sebelumnya dilaporkan, seorang anak tewas akibat tertimpa tembok yang runtuh di rumahnya, dan seorang perempuan berusia 70-an tewas akibat serangan jantung sewaktu gempa terjadi. Pihak berwenang mengatakan, sedikitnya 84 lainnya cedera akibat bencana itu.

Provinsi Davao telah dihantam sedikitnya tiga gempa kuat dalam beberapa bulan terakhir. Puluhan orang dilaporkan tewas, ratusan lainnya terluka. Gempa-gempa itu merusak banyak rumah, hotel, mal dan rumah sakit. [ab/lt]

Artikel asli:
VOA Indonesia

(fnrp)

Comment here