JournalLifestyle

Faktor dan Gejala Serangan Jantung Saat Bersepeda

Serangan Jantung Saat Bersepeda

Moslem Journey – Faktor-faktor umum serangan jantung saat bersepeda secara umum dikarenakan beragam faktor, diantaranya ialah faktor bawaan dan fisiologis.

Untuk faktor bawaan, laki-laki akan lebih rentan mengalami seragan jantung ketimbang wanita karena memiliki sedikit hormon estrogen, selain itu usia yang menua dan keturunan menjadi faktor bawaan lain pesepeda dapat mengalami seragan jantung.

Sedangkan faktor fisiologis terhadap seragan jantung yang didapati saat bersepeda berhubugan dengan kesehatan, seperti yang meliputi riwayat diabetes, kadar kolesterol, dan darah tinggi yang dimiliki pesepeda.

Kedua faktor ini, menjadi pemicu seragan jantung saat bersepeda dengan memaksakan diri sehingga intensitas yang melebihi kapasitas kemampuan jantung yang kurang terlatih membuat jantung tidak berfungsi dengan benar.

Selain memaksakan diri untuk bersepeda, tidak melakukannya pemanasan ringan sebelum mengedarai sepeda dan tidak pernah medical check up untuk tahu sejauh mana kemampuan aktivitas fisik menjadi pemicu lain serangan jantung pesepeda.

Mengenal Gejala Serangan Jantung Saat Bersepeda

Serangan jantung tidak serta merta langsung dirasakan oleh seseorang, namun diawali dengan gejala awal yang dirasakan pada tubuh. Gejala awal yang dirasakan ialah rasa nyeri seperti ditindih di dada, kemudian menjalar ke lengan kiri hingga punggung.

Biasanya, gejala awal ini akan di ikuti dengan sesak nafas dan berkeringat dingin. Gejala awal ini dapat terjadi karena suplai darah ke jantung tidak dapat memenuhi kebutuhan kerja jantung. 

Saat mengalami sesak nafas, pesepeda diharapkan untuk dapat mengurangi aktivitas mengendarai sepeda karena dalam keadaan gawat, pesepeda dapat pigsan dan sangat berbahaya ketika sedang berada di atas sepeda serta tidak cepat di tolong.

Apabila gejala tersebut dirasakan cukup lama, segeralah istirahat atau pulang ke rumah. Lepas semua perlengkapan yang dipakai, seperti sepatu, kaus kaki, sarung tagan, dan helm supaya tubuh merasa lebih ringan.

Pesepeda diharapkan untuk tidak meggunakan benda apapun untuk menutup sistem perapasan (hidung dan mulut) saat berepeda. Sebab, dengan menutup sistem pernapasan tersebut dapat menguragi suplai oksingen ke dalam paru-paru.

Comment here