BeritaInternasional

Dua Skenario Kementerian Agama Untuk Ibadah Haji 2020

Moslem Journey – Kementerian Agama (Kemenag) terus memantau perkembangan kebijakan Arab Saudi terkait penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 2020 di tengah-tengah merebaknya virus corona di seluruh dunia.

Dilansir Antara, Fachrul Razi, Menteri Agama dalam keterangan tertulisnya mengatakan kalau sedang memantau dan mengikuti kebijakan yang sedang dilakukan pemerintah Arab Saudi.

“Kemenag terus mengikuti perkembangan kebijakan Pemerintah Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji dan pembatasan jemaah yang akan dilaksanakan di Makkah dan Madina.” Kata

Kemenag juga menyiapkan dua skenario yang akan dilakukan pemerintah kepada jemaah haji Indonesia yang akan melakukan ibadah haji 2020, yakni akan tetap dilaksanakan atau membatalkan Ibadah Haji 2020.

“Kami juga menyiapkan mitigasi kalau pelaksanaan ibadah haji dibatalkan oleh Pemerintah Arab Saudi,” tambah Fachrul.

Fachrul mengatakan, sampai saat ini, persiapan layanan dan fasilitas pengadaan Ibadah haji di Arab Saudi seperti akodomasi, transportasi darat dan katering terus berjalan.

Namun, untuk pembayaran uang muka pelaksanaan haji belum dapat dilakukan karena sesuai dengan instruksi Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi. Demikian juga dengan pembayaran keperluan penerbangan.

“Proses pengadaan layanan juga terus berjalan hingga kontrak, namun belum ada pembayaran uang muka,” ujar Fachrul.

Hingga saat ini, pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) calon jemaah Indonesia masih terus berjalan. Sampai hari ini, tercatat sudah 83.337 orang telah melakukan pelunasan tahap awal yang berakhir pada 30 April 2020.

Jika memang ternyata ibadah haji tahun 2020 dibatalakan, Fachrul mengatakan akan mengembalikan dana ke jemaah. “Dana yang disetorkan saat pelunasan dapat dikembalikan lagi ke jemaah,” ujar Fachrul.

Sementara itu, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona menyebar, Kemenag menunda pelaksanaan bimbingan manaksi haji yang melibatkan kerumunan orang.

Apabila, ibadah haji 2020 tidak dibatalkan, Kemenag akan mendistribusikan buku manasik haji sebagai buku panduan dan akan memanfaatkan beberapa media sebagai proses pembelajaran.

Selain itu, Kemenag juga akan menggunakan media sosial sebagai sarana pembelajaran daring atau edukasi serta sosialisasi seputar ibadah haji.

“Skema pembekalan petugas haji yang melibatkan kerumunan juga ditiadakan, diganti dengan pembekalan daring,” kata Fachrul.

Fachrul juga mengimbau kepada calon jemaah haji supaya tetap mengikuti setiap rangkaian kegiatan haji, sembari terus sabar memantau perkembangan di Arab Saudi.

“Apapun keputusan Kerajaan Saudi dan Pemerintah Indonesia, itu pasti dilakukan bagi kemaslahatan orang banyak, khususnya para calon jamaah haji,” tutup Fachrul.

Comment here