BeritaNasional

Dokumen Khusus Yang Wajib Dibawa Saat Bepergian Era New Normal

Dokumen Khusus

Moslem Journey – Terdapat dua dokumen khusus yang perlu disiapkan saat melakukan perjalaan ke berbagai seluruh wilayah Indonesia saat mempersiap menjalankan new normal. Kedua dokumen tersebut tercantum dalam Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Indonesia No. 7 Tahun 2020.

Bagi individu yang ingin melakukan perjalanan wajib membuat dua dokumen khusus berupa surat keterangan uji tes (Polymerase Chain Reaction) PCR dengan hasil negatif (berlaku selama tujuh hari) atau rapid test dengan hasil non-reaktif (berlaku selama tiga hari) saat hari keberangkatan.

Tidak hanya itu saja, individu yang ingin melakukan perjalanan juga diwajibkan untuk memiliki surat keterangan bebas dari influensa (flu) dari rumah sakit atau puskemas yang tidak memiliki fasilitas test PCR/rapid test. Namun, kedua dokumen tersebut tidak berlaku saat melakukan perjalanan komuter/perjalanan di dalam wilayah aglomerasi.

Selain kedua dokumen tersebut, individu yang ingin melakukan perjalanan duwajibkan untuk men-download dan mengaktifkan aplikasi “Peduli Lindungi” pada smartphone milik mereka. Dengan aplikasi ini, mereka dapat menghidari keramaian masyarakat atau wilayah zona merah karena mendapatkan notifikasi dari aplikasi ini.

Untuk lengkapnya, syarat lengkap (dokumen) yang harus disiapkan untuk individu yang ingin bepergian ke berbagai wilayah Indonesia sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Indonesia No. 7 Tahun 2020, sebagai berikut.

  1. Setiap individu yang melakukan perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi, bertanggung jawab atas kesehatannya masing-masing, serta mengikuti syarat dan ketentuan (protokol kesehatan) yang berlaku.
  2. Apabila, individu melakukan perjalanan menggunakan transportasi umum baik udara, darat, dan laut harus memenuhi persyaratan atau menujukkan dokumen, sebagai berikut:
    • Identitas diri (KTP, SIM, atau pengenal lainnya yang sah)
    • Surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif atau surat uji rapid test dengan hasil non reaktif.
    • Surat keterangan bebas gejala seperti influensa (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter Rumah Sakit/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki test PCR/rapid test.
  3. Persyaratan di atas dikecualikan untuk untuk perjalanan orang komuter dan di dalam wilayah kota/kabupaten yang saling berdekatan (aglomerasi).
  4. Men-donwload dan mengaktifkan aplikasi “Peduli Lindungi” pada perangkat smartphone.

Dalam surat edaran tersebut, dijelaskan bahwa pemerintah daerah berhak untuk melarang dan menghentikan perjalanan, apabila tidak memenuhi syarat yang telah ditetapkan. Tak hanya itu saja, dalam surat edaran tersebut juga akan mengatur soal pemantauan, pengendalian, dan evaluasi.

Salah satu poin yang dicantumkan dalam surat edaran tersebut berkaitan dengan pemerintah, pemerintah daerah, penyelenggara transportasi umum yang dibantu oleh TNI dan Polri. Instansi tersebut berlaku sama-sama untuk melakukan pengendalian perjalanan orang dan transportasi umum yang aman dari virus corona.

Comment here