BeritaNasional

Di Cap Kota Termacet se-Idonesia, Begini Alasan Dan Ragam Solusi Untuk Kota Bandung

moslemjourney.com – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) kota Bandung, EM Ricky Gustiadi menyebutkan banyak faktor yang menyebabkan Kota Bandung di cap sebagai kota termacet se-Indonesia.

Salah satu penyebabnya karena warga kota Bandung lebih memilih menggunkan kendaraan pribadi ketimbang menggunakan moda transportasi umum. Sehingga perbandingan jumlah di jalan, kendaraan pribadi lebih banyak dibandingkan moda transportasi umum.

“Jumlah pertumbuhan kendaraan (pribadi) cukup tinggi dibanding jumlah pertumbuhan pembangunan infrastruktur jalan. Artinya, (jalan raya) masih didominasi pengguna kendaraan pribadi,” kata Ricky di Bandung, Senin, dikutip dari Antaranews.com.

Untuk saat ini, penggunaan kendaraan pribadi untuk warga Kota Bandung bisa mencapai 80 persen. Sedangkan untuk warga Kota Bandung yang menggunakan moda transportasi umum hanya mencapai 20 persen.

Maka dengan perbandingan tersebut, wajar apabila kemacetan kerap melanda jalan-jalan di wilayah kota bandung. Menurut Ricky, penggunaan kendaraan pribadi oleh warga Kota Bandung bukanlah tanpa sebab.

Baca juga: 5 Tips Aman Saat Berkendara Menggunakan Mobil

Ia menilai, kalau sarana moda transportasi umum di Kota Bandung belum menunjang dalam hal ketepatan waktu yang jelas. Akibatnya warga lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi ketimbang menggunakan moda transportasi umum.

Senada dengan pendapat Ricky, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyebutkan kalau moda transportasi umum Kota Bandung memiliki kenyamanan untuk fasilitas. Namun, warga kota Bandung akan lebih memilih transportasi yang memiliki ketetapan waktu yang sesuai dengan keinginan mereka.

“Kalau sekarang orang beralih ke transportasi massal meski nyaman tapi tidak bisa memprediksi waktu, sehingga orang juga belum tentu mau,” kata Yana di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kota Bandung yang dikutip dari Antaranews.com.

Meski demikian, Ricky mengakatan kalau pihaknya akan telah berupaya maksimal untuk mengatasi kemacetan tersebut. Selain itu, Pemerintah Kota Bandung juga telah menyiapkan sejumlah  cara untuk mengatasi kemacetan yang menimpa Kota Bandung.

Salah satunya dengan cara membangun dua jalan layang yang telah menjalani proses konstruksi. Yana juga mengatakan kalau pihanyanya juga telah menyiapkan beberapa rencana pembangunan lain untuk mengatasi kemacetan di Kota Bandung.

Baca juga: Danau Sanghyang Heuleut, Surga Tersembunyi Di Bandung

InsyaAllah tahun depan pemkot akan bangun fly over di Jalan Soekarno Hatta, naik dari sebelum Leuwi Panjang, melintas ke perempatan Cibaduyut dan Kopo,” kata dikutip dari Antaranews.com.

Ia berharap pembangunan sudah bisa dimulai pada tahun 2020, sebab proses pembebasan lahan sudah mencapai 90 persen. Selain itu ia juga mendorong pemerintah pusat dapat membantu mengurai kemacetan dengan membuka gerbang tol di kilometer 149 Tol Purbaleunyi.

(IF)

0

Comment here