BeritaNasional

Daftar Cuti Bersama Lebaran Tahun 2020 Yang Diundur

Ilustrasi Cuti Bersama lebaran - Moslem Journey

Moslem Journey – Cuti Bersama lebaran tahun 2020 diundur dan akan dilakukan pada akhir tahun. Kebijakan tersebut sebagai langkah pemerintah untuk mengantisipasi masyarakat yang ingin mudik di tengah ancaman penularan virus corona.

Berikut ini adalah keputusan pemerintah dalam perubahan libur cuti bersama lebaran tahun 2020, sebagai berikut:

  • Libur nasional Hari Raya Idul Fitri tetap dilaksanakan pada tanggal 24-25 Mei 2020.
  • Tambahan cuti bersama Maulid Nabi Maulid Nabi Muhammad SAW tanggal 28 Oktober 2020.
  • Cuti bersama Hari Raya Idul Fitri yang semula pada tanggal 26-29 Mei 2020 dicabut dan diganti pada akhir tahun pertanggal 28-31 Desember 2020.

Dilansir dari Detik, Menko Muhadjir Effendy dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri (RTM) yang dilakukan pada Kamis (9/4), mengatakan kebijakan tersebut dibuat sebagai menindaklanjuti arahan Presiden di rapat terbatas terkait tentang antisipasti mudik lebaran dan penggantian libur tahun 2020.

RTM yang dilakukan melalui video conference dan diikuti oleh Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Menpan RB Tjahjo Kumolo, Menaker Ida Fauziyah, Menag Fachrul Razi, Menparekraf Wisnutama, Plt Sekjen Kemendagri Muhammad Hudori, Kapolri Idham Aziz, serta perwakilan kementerian/lembaga terkait lainnya.

Muhadjir mengungkapkan, perubahan hari libur nasional dan cuti bersama ini dituangkan dalam Revisi SKB 3 Menteri Nomor 391 Tahun 2020, No. 02 Thn 2020, dan No. 02 Thn 2020 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menag, Menaker, dan Menpan No. 728 Thn 2019, No. 213 Thn 2019, dan No. 01 Thn 2019 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020.

Sebagai upaya penanggulangan penyebaran virus corona yang semakin meningkat di Indonesia, pemerintah telah menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan pada suatu wilayah.

Perlu diketahui, dalam PP tentang PSBB dilakukan untuk membatasi kegiatan tertentu masyarakat dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi virus corona dan memungkinkan dapat menyebarkan ke wilayah lain.

Selain itu, PP PSBB juga diterapkan di wilayah provinsi/kabupaten/kota yang memiliki jumlah kasus penyebaran virus corona yang terus meningkat secara signifikan dan cepat.

Comment here