BeritaNasional

Bukan Hanya Travel Agent, Maskapai Penerbangan Juga Turut Berdampak Karena Virus Corona

Bukan Hanya Travel Agent

Moslem Journey – Bukan hanya travel agent yang mengalami kerugian serta tidak dapat menjalankan bisnisnya seperti biasa (mati suri) selama penyebaran virus corona, namun industri maskapai penerbangan juga turut berdampak dengan wabah ini.

Melansir Kompas, Country Manager of Indonesia dari International Air Transport Association (IATA) Rita Rompas mengatakan, industri penerbangan juga turut berdampak mati suri seperti travel agent akibat penyebaran virus corona yang belum kunjung berkurang.

“Antara travel agent dan airline saat ini sama sama sedang mati suri. Kami melihat refund yang masuk ke BSP (skema penyelesaian tagihan) hingga bulan Juni hanya sekitar 60 milyar dollar Amerika Serikat,” kata Rita dalam webinar yang dilansir dari Kompas, Senin (29/6).

Hal tersebut diakui Rita menjadi tantangan pertama bagi sektor penerbangan atau maskapai pada masa pandemi. Bukan hanya itu saja, Rita menuturkan sektor penerbangan juga mendapatkan tantangan lain yang perlu dihadapi mereka, yakni berubahnya tren booking.

“Saat ini, tren booking yang ada di industri penerbangan hanya bisa dilakukan dalam tiga hari sebelum penerbangan. Kalau dilihat di tahun-tahun sebelumnya, booking dapat dilakukan saat ada Travel Fair dan dapat tiket yaang murah,” jelas Rita.

Menurut Rita, kondisi tersebut dapat sangat menguntungkan maskapai sehingga mereka dapat memprediksi hasil penjualan dan pendapatan yang akan masuk saat pandemi. Namun, kondisi menguntungkan tersebut tidak akan terjadi pada maskapai tahun ini, aknit pembatasan perjalanan di setiap daerah dan negara.

Terkait Refund Tiket, IATA mengakui bahwa maskapai penerbangan juga sedang dalam kondisi kekurangan pemasukan sehingga belum dapat mengembalian dana dalam bentuk uang kepada travel agent dan konsumen. IATA berharap agar travel agent dan konsumen dapat bersabar untuk menunggu proses pemulihan berlangsung.

IATA berharap maskapai penerbangan dapat melakukan kembali penerbangan domestik seperti biasa. Meski penerbangan dalam keadaan rugi karena adanya pembatasan-pembatasan di setiap daerah, IATA akan tetap menjalankan penerbangan tersebut.

Comment here