BeritaPilihan

BPS Rilis Perkembangan Pariwisata dan Transportasi Nasional Juli 2019

Moslem Journey – Badan Pengembangan Statistik (BPS) merilis perkembangan pariwisata dan transportasi nasional bulan Juli 2019 pada laman Instagram @bps_statistik pada Senin (2/9). Tercatat perkembangan transportasi nasional bulan Juli 2019, jumlah penumpang angkutan udara domestik sebanyak 7,1 juta orang, naik 1,50% dibanding bulan Juni.

Baca juga: Mengenal Wisata Alam Rowo Bayu si Desa Horror KKN Desa Penari

Untuk penumpang luar negeri (internasional) naik 2,52% menjadi 1,6 juta orang. Penumpang angkatan laut dalam negeri tercatat 2,2 juta, turun 8,79%. Penumpang kereta api sebanyak 37,9 juta orang, naik 8,03%.

Perkembangan pariwisata bulan Juli 2019. Jumlah kunjungan wisatawan mencanegara atau wisman ke Indonesia Juli 2019 mengalami penurunan 4,10%dibanding jumlah kunjungan pada Juli 2018. dibandingkan Juni 2019, jumlah kunjungan wisman pada Juli 2019 mengalami kenaikan sebesar 2,04%.

“Secara kumulatif (Januari-Juli 2019), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 9,31 juta kunjungan atau naik 2,63 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2018 yang berjumlah 9,07 juta kunjungan.” dikutip dari laman BPS.

Periode Januari hingga Juli 2019 yang sering berkunjung, tercatat kebangsaan wisatawan mancanegara:

Malaysia 16,19%
Tiongkok 13,06%
Singapura 9,77%
Australia 9,32%
Timor Leste 7,32%

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Juli 2019 mencapai rata-rata 56,73 persen atau turun 2,57 poin dibandingkan dengan TPK Juli 2018 yang tercatat sebesar 59,30 persen. Jika dibanding TPK Juni 2019, TPK hotel klasifikasi bintang pada Juli 2019 mengalami kenaikan sebesar 4,46 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Juli 2019 tercatat sebesar 1,80 hari, terjadi kenaikan sebesar 0,07 poin jika dibandingkan keadaan Juli 2018.

Melalui pintu masuk udara pada Juli 2019 jumlah kunjungan wisman ke Indonesia yang datang mengalami penurunan sebesar 8,94 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada bulan yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan kunjungan wisman tersebut terjadi di sebelas pintu masuk udara dengan persentase penurunan tertinggi tercatat

Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat yang mencapai 61,97 persen
Diikuti Bandara Juanda, Jawa Timur turun 24,70 persen
Bandara Adi Sucipto, DI Yogyakarta turun 22,80 persen
Sedangkan terendah di Bandara Husein Sastranegara, Jawa Barat sebesar 1,14 persen

Sementara kenaikan jumlah kunjungan wisman terjadi sekurangnya di empat pintu masuk udara dengan persentase kenaikan paling tinggi terjadi di Bandara Supadio, Kalimantan Barat sebesar 12,51 persen, dan persentase terendah terjadi di Bandara Minangkabau, Sumatera Barat sebesar 1,90 persen.

 

 



 

Comment here