BeritaNasional

Bisnis Penerbangan dan Pariwisata Lesu Akibat Virus Corona

Moslemjourney.com – Wabah virus corona yang melanda beberapa negara di dunia mengancam berbagai sektor. Contohnya sektor bisnis penerbangan dan juga pariwisata.

Untuk upaya pencegahan penyebaran virus corona, sejumlah maskapai menghentikan rute dari dan menuju Tiongkok. Pemerintah Tiongkok juga telah melarang perjalanan wisata domestik dan luar negeri. Akibatnya, sektor penerbangan dan pariwisata terkena dampaknya.

Mengutip Katadata.co.id, sebanyak 30 maskapai telah menghentikan penerbangan menuju Tiongkok. Bahkan pada awal Februari sebanyak 25 ribu penerbangan telah dibatalkan. Parahnya, 8000 kursi kosong di tiap minggunya.

Adanya wabah virus corona ini disebut mirip dengan wabah SARS atau flu burung. Pada 2003 silam, ketika wabah tersebut menyebar, wisata Asia anjlok hingga 45% karena penerbangan ke Singapura, Hong Kong, Taiwan dan Tiongkok harus ditangguhkan.

Di Indonesia sendiri, akibat virus corona pariwisata Indonesia berpotensi kehilangan devisa US$ 4 miliar atau setara dengan Rp 54,8 triliun.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama pun angkat bicara mengenai hal ini. Dirinya juga sudah diminta Presiden untuk memberi solusi terhadap dampak virus corona bagi sektor pariwisata.

“Kami diminta Presiden untuk memberi solusi terhadap dampak virus corona ini. Kami juga sudah berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan untuk menyelesaikan masalah ini,” katanya.

Untuk itu, saat ini pemerintah membuat langkah untuk menghadapi dampak virus corona. Seperti membuat promosi penerbangan, mengalihkan rute penerbangan Tiongkok menjadi rute dalam negeri serta fokus menarik wisatawan dari Eropa.

RDA

Comment here