JournalLifestyle

Berkendara Aman Menggunakan sepeda, Tanpa Harus Mengganggu Kendaraan Lain

Berkendara aman menggunakan sepeda

Moslem Journey – Berkendara aman menggunakan sepeda harus dilakukan oleh setiap pesepeda saat berkendara di ruang manapun. Baik di gang-gang dalam perumahan atau pun di jalan raya, supaya tidak mengganggu kendaraan lainnya maupun pejalan kaki.

Selain itu, saat di jalan raya antara pesepada dengan pengguna kendaraan lain sama-sama harus mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku. Dengan mematuhi aturan lalu lintas, pesepeda dapat meghindari kecelakaan atau kerugian lainnya untuk diri pesepeda maupun pegendara kendaraan lainnya.

Tips Berkendara Aman Menggunakan sepeda

1. Perhatikan Kondisi Fisik Sepeda

Sebelum menggunakan sepeda ke jalan, alagkah baiknya pesepeda mengecek kondisi fisik yang dimiliki sepeda. Mulai dari rem, velg dan ban, hingga rantai supaya mengindari hal-hal yang tidak terduga tidak terjadi selama mengendari sepeda, seperti kanvas rem sepeda yang mulai habis atau bahkan kabel rem yang mulai kendur.

Pengecekan tersebut juga dapat dilakukan saat sepeda tidak digunakan dalam waktu tertentu. Lakukan pengecekan dan perawatan sepeda secara berkala supaya sepeda tetap memiliki kondisi fisik yang prima. Caranya pun cukup sederhana, seperti menglumasi rantai dengan oli dan menganti rem apabila sudah tidak cakram.

2. Menggunakan Perlegkapan/Perlindung Diri

Menggunakan alat perlindung diri yang memadai saat mengendarai sepeda seperti helm khusus sepeda, bagi sejumlah orang bukanlah hal penting untuk digunakan. Padahal dengan menggunakan helm, pesepeda dapat melindungi kepala dari risiko serta hal-hal yang tidak diinginkan saat mengendarai sepeda.

Selain helm untuk melindungi kepala pesepeda, sepeda juga perlu di lengkapi dengan perlengkapan/aksesoris lainnya, yakni lampu khusus sepeda. Lampu ini akan berguna sebagai alat penerangan dan tanda saat pesepeda mengendarai sepeda saat malam hari.

3. Menaati Peraturan Lalu Lintas

Saat mengendarai sepeda di jalan raya, pesepeda wajib menaati peraturan lalu lintas yang berlaku pada kendaraan motor atau mobil, seperti berhenti saat lampu merah dan melewati kendaraan yang sedang berjalan/berhenti dari kiri jalan. Pesepeda dapat berjalan di trotoar atau bahu jalan bersamaan dengan pejalan kaki.

Selain itu, pesepeda juga dilarang untuk melawan arus lalu lintas meskipun berada di kiri jalan, sebab dapat menggangu konsentrasi pengguna kendaraan lain dan dapat terjadi hal-hal yang tidak diinginkank, seperti kecelakaan atau menabrak pejalan kaki.

4. Dilarang Menggunakan Earphone Atau Headset

Tips aman bersepeda terakhir, jangan mendengarkan musik menggunakan earphone/headset saat mengedarai, apalagi dengan volume yang sangat keras sehingga pesepeda sulit mendengarkan suara lainnya. Hal tersebut dapat membuat pesepeda menjadi tidak fokus terhadapat bunyi klakson atau isyarat dari kendaraan lainnya.

Tujuan dari bersepeda adalah meningkatkan daya tahan serta stamina tubuh yang sehat. Apabila menggunakan earphone atau headset juga dapat merusak kesehatan pesepeda, yakni dapat berisiko merusak pendengaran dan kerusakan otak untuk kesehatan.

5. Menggunakan Isyarat Tangan

Tidak seperti kendaraan lainnya yang terdapat lampu sen yang digunakan sebagai penanda berhenti atau belok, sepeda hanya terdapat lampu malam hari yang digunakan untuk terlihat dengan kendaraan lainnya saat malam hari. Dengan demikian, pesepeda dapat mengganti lampu sen dengan isyarat tangan.

Isyarat tangan ini digunakan pesepeda sebagai syarat untuk menunjukkan apa yang ingin dilakukan selanjutnya. Seperti saat ingin berbelok atau pindah jalur pesepeda akan melambaikan tangan kanan atau kirinya. Isyarat lainnya yakni saat pesepeda mengangkat tangan kiri setinggi bahu untuk memberikan aba-aba bagi kedaraan lainnya.

Comment here