BeritaNasional

Soetta Setop Layanan Penerbagan Penumpang Selama Seminggu

Soetta Setop Layanan Penerbagan

Moslem Journey – Bandara Soekarno Hatta (Soetta) setop layanan penerbagan penumpang komersil selama satu minggu yang berlaku dari 24 April hingga 1 Mei 2020.

Penyetopan operasional Bandara yang terletak di Tangerang, Banten, Jawa Barat ini dilakukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai menindaklanjuti keputusan pelarangan mudik pemerintah dan upaya mencegah penyebaran virus corona.

Selama penyetopan penumpang komersil, Bandara Soetta hanya melayani penerbangan non komersil yang telah di atur Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

“Untuk transportasi udara, baik pelayan domestik maupun internasional akan diberlakukan pelarangan, hal ini juga berlaku untuk penerbangan berjadwal maupun carter (sewa),” kata Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto yang dilansir dari Kata Data, Jumat (24/4)

Novie mengatakan, pihaknya menerapkan pengecualian untuk pimpinan lembaga tinggi negara atau wakil kenegaraan organisasi internasional, organisasi penerbangan khusus, pemulangan warga negara Indonesia/asing, serta kegiatan penegakan hukum.

Selain itu, pengecualian ini juga berlaku untuk pelayanan darurat bagi petugas penerbangan, operasional kargo, serta pengangkutan logistik dan peralatan medis serta sanitasi. Sementara itu, navigasi udara Bandara tetap akan beroperasi secara normal untuk melihat lalu lintas penerbangan sekitar.

“Navigasi udara tetap beroperasi secara 100 persen untuk melayani pelayanan penerbangan yang disebutkan dalam pengecualian,” kata Novie.

Perlu diketahui, pada Selasa (21/4) lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melarang masyarakat untuk mudik ditengah-tengah penyebaran virus corona. Ha ini dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona lebih luas ke berbagai daerah.

Menurut Jokowi, dari survei yang dilakukan Kemehub, sudah banyak masyarakat yang melakukan mudik di saat situasi saat ini.

Survei Kemenhub menunjukkan, sebanyak 24 persen masyarakat  akan bersikeras untuk mudik saat ini dan sebanyak 7 persen masyarakat telah melakukan mudik ditengah-tengah penyebaran virus corona.

Sedangkan sisanya, yakni sebesar 68 persen merupakan masyarakat yang tidak akan melakukan mudik pada Ramadan dan Lebaran tahun 2020.

Comment here