BeritaNasional

Aturan Formasi Duduk Pengemudi Dan Penumpang Kendaraan Saat PSBB

Moslem Journey – Aturan formasi duduk berkendara saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah di atur oleh Dinas Perhubungan (Dishub) di berbagai kota yang telah menerapkan PSBB sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona dalam kendaraan.

Kendaraan pribadi seperti mobil dan motor masih diperbolehkan untuk digunakan di jalan raya, hanya saja untuk tetap beroperasi seperti biasa memerlukan beberapa syarat yang perlu dipenuhi oleh pengendara kendaraan. Diantaranya ialah penerapan physical distancing dengan aturan formasi/posisi duduk yang dibuat oleh Dishub.

Berdasarkan surat keputusan Kepala Dishub tentang pembatasan jumlah orang maksimal 50 persen dari kapasitas angkut dalam kendaraan. Mekanisme operasional aturan tersebut yang diberlakukan di Jakarta, Depok, Bogor, dan Bekasi tidak jauh berbeda, berikut ini aturannnya berdasarkan jenis kendaraan:

  1. Mobil berkursi dua baris, hanya diperbolehkan membawa satu pengemudi dan dua penumpang di belakang.
  2. Mobil bekursi tiga baris, hanya diperbolehkan membawa satu pengemudi dan  penumpang di tengah serta satu penumpang dibelakang.
  3. Motor pribadi, diperbolehkan untuk membawa penumpang dengan catatan bahwa penumpang tersebut memiliki alamat (pada kartu identitas) yang sama dengan pengemudi.
  4. Motor online (ojek online/pangkalan), tidak diperbolehkan untuk membawa penumpang.

Sebagai catatan, penggunaan kendaraan pribadi di atas hanya diperbolehkan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari atau kesehatan saat penerapan PSBB. Tidak diperbolehkan untuk kegiatan selain memenuhi kebutuhan pokok, seperti  penggunaan kendaraan pribadi untuk jalan-jalan ke tempat hiburan/ke luar kota.

Selain itu pengemudi dan penumpang mobil diwajibkan untuk menggunakan masker di dalam kendaraan, tidak diperbolehkan pergi apabila memiliki suhu tubuh melebihi suhu normal. Demikian dengan pengemudi dan penumpang sepeda motor pribadi, diwajibkan juga untuk menggunakan masker dan menggunakan sarung tangan.

Khusus untuk kendaraan online atau ojek online/pangkalan saat penerapan PSBB hanya diperbolehkan untuk membawa barang dan makanan saja. Setelah digunakan, kendaraan pribadi tersebut diwajibkan untuk disemprot menggunakan cairan didisinfeksi guna mencegah penyebaran virus corona.

Apabila terjadi pelanggaran, pihak berwajib dari Polri atau TNI memberikan imbauan dan memberikan surat peringatan kepada para pelanggaran. Pelanggar pun dapat diberikan sanksi ringan sampai berat dari denda sampai kurungan penjara.

Comment here