ArtikelBeritaDestinasiInternasional

Aktivitas Gunung di White Island Meningkat, Penyelamat Kesulitan Evakuasi Korban

source : nytimes.com

Moslemjourney.com – Aktivitas letusan gunung api di Pulau Whakaari atau yang disebut juga White Island, Selandia Baru mengalami peningkatan yang signifikan pada Rabu (11/12). Hal tersebut membuat para kru penyelamat kesulitan untuk mengevakuasi para korban yang tertimbun abu vulkanik.

Badan Pemantauan Seismik GeoNet mengatakan, pada pagi hari, terjadi getaran vulkanik yang disertai dengan peningkatan jumlah uap dan lumpur. “Situasinya masih sangat tidak menentu. Letusan dalam 24 jam ke depan masih mungkin terjadi,” kata badan itu.

Diketahui setelah erupsi Senin (9/11) lalu, jumlah korban akibat erupsi mencapai puluhan orang. Lima orang meninggal saat erupsi, sementara satu orang meninggal Selasa (10/11) malam di rumah sakit Auckland. Sedangkan, 30 orang  menderita luka bakar parah dan tengah menjalani perawatan.

Untuk mengawasi aktivitas gunung, Asisten Komisioner Polisi Bruce Bird terus memantau situasi gunung tiap jam. Bird mengerahkan sebuah drone untuk mengukur gas yang keluar dari gunung. “Keselamatan bagi staf kami adalah prioritas besar bagi kami,” kata Bird seperti dimuat Aljazeera, Kamis (11/12).

Seorang saksi mata Geoff Hopkins menceritakan detik-detik awal terjadinya erupsi. Saat itu, ia sengaja datang ke White Island untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-50 bersama dengan putrinya, Lillani. Beruntung, ia berada di dalam kapal pinggir pantai kala letusan terjadi.

Orang-orang yang terkena letusan kemudian menjerit kesakitan dan langsung diangkut ke kapalnya. Hopkins dan putrinya dengan cekatan langsung menuangkan air segar ke badan mereka dan berupaya agar korban tenang. “Letusan itu pada awalnya letusan tampak indah tapi dengan cepat berubah menjadi ancaman,” katanya.

Secara keseluruhan, polisi meyakini ada sekitar 47 wisatawan di pulau itu pada saat erupsi terjadi. Para wisatawan berasal dari beberapa negara, seperti 24 orang Australia, sembilan orang Amerika dan lima orang Selandia Baru. Wisatawan lainnya berasal dari Jerman, Inggris, Cina dan Malaysia.

Comment here